Friday, 7 May 2021

Rukun, Syarat dan Hal yang merusak serta Macam – macam Syahadat

 

·        

Rukun – rukun syahadat

Adapun rukun – rukun islam sebagai berikut :

Ø  Menetapkan sifat allah ta’ala (berkuasa)

Ø  Menetapkan dzat allah ta’ala (berdiri dengan sendiri)

Ø  Menetapkan af’al allah ta’ala (Berbuat dengan sekehendak)

Ø  Menetapkan kebenaran rasulullah Saw.


 

·         Syarat – syarat syahadat

Adapun Syarat – syarat syahadat yang harus dipenuhi sebagai muslim sebagai berikut:

Ø  Memahami maksut syahadat

Ø  Mengikrarkan dengan lisan yakni dibaca dari permulaan hingga akhir

Ø  Menyakini dengan hati yakni tidak ada keraguan sedikitpun

Ø  Diamalkan dengan anggota badan yakni hati dan perbuatan wajib menolak segala sesuatu yang menyalahi arti dan maksut kalimat syahadat itu

·        

 Hal yang merusak syahadat

Adapun hal – hal yang dapat merusak syahadat seseorang sebagai berikut:

Ø  Menyekutukan (menduakan) Allah

Ø  Ragu akan keberadaan Allah

Ø  Menyangkal bahwa dirinya ini diciptakan Allah

Ø  Menyangkal bahwa perdaraan alam semesta ini diatur oleh Allah

·          

Macam – macam Syahadat

Syahadat terdiri dari dua macam yaitu :

Ø  Syahadat tauhid          :Menyaksikan ke esaan Allah

Ø  Syahadad rasul            :Menyaksikan dan mengakui                                      kerasulan Nabi Muhammad Saw

·         Adapun lafadznya:

اُشْھَدُ اَنْ لاااڶەاِلَّا اللە وَاْشھَدُ اَنْ مُحَمَّدً رَسُولُ اللە

Artinya : Saya mengaku tidak ada tuhan yang wajib disembah selain Allah dan saya mengakui bahwa Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah.

Sunday, 2 May 2021

definisi thaharah

 

·         Falsafah thaharah

Thaharah jika tha’nya di fathah menurut bahasa bersih. Sedangkan secara istilah banyak ulama’ mengartikan, diantara sebagian ulama mengartikan suatu pekerjaan yang bisa memperbolehkannya sholat seperti wudhu, mandi, menghilangkan najis, bertanyamum[1]. Menurut ulama di dalam kitabnya secara bahasa membersihkan dari kotoran – kotoran, sedangkan menurut istilah adalah menghilangkan najis dan hadast.Dalil yang menunjukan thaharah tercantum pada Al Quran Surat At taubah ayat 108 yang artinya  ; janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguh- nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. dan Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih (Q.S At taubah : 108)



[1][1] syekh muhamad bin qosyim ghozi. syarakh farhul qorib . hal. 3. kharamain

MENGENAL HUKUM ISLAM

 MENGENAL HUKUM ISLAM

 

Setiap agama mempunyai aturan atau hukum, Begitu juga dengan islam hukum islam sendiri mempunyai 5 dasar hukum. Lima dasar ini sering disebut dengan hukum syara’. Prof. hasbi memberikan devinisi syara’ koleksi daya upaya para ahli hokum untuk menetapkan syariat atas kebutuhan masyarakat.[1], dan adapun syarari’at secara etimologis adalah jalan ke tempat pengairan atau jalan yang pasl di urut atau tempat lalui air di sungai[2]. Adapun hukum syara’ secara garis besar sebagai berikut                                                           

Wajib XHaram 

Mubah

 Sunah X Makruh

                      Kita sudah tahu pembagian – pembagiannya. Adapun pengertiannya sebagai berikut :

1.      Wajib               : Suatu perkara yang apabila dikerjakan mendapatkan pahala bila ditinggal mehdapat dosa.Perkara wajib ini dibagi menjadi 2 yaitu:

o   Wajib ‘ain                   :perkara yang dikerjakan setiap umat islam. contoh : sholad 5 waktu, puasa ramadhan dsb.

o   Wajib kifayah             :Setiap kewajiban yang dianggap cukup apabila telah dikerjakan oleh sebagian orang yamg ada di desa tersebut dan berdoosalah desa tersebut apabila tidak ada yang mengerjakan. Contoh: sholad berjama’ah,sholad   jenazah

2.      Haram             :Suatu perkara yang apabila dikerjakan mendapat dosa bila di tinggalkan mendapat pahala.contoh : minum khamr, berjudi dan sebagainya

3.      Mubah             :Suatu perkara yang apabila dikerjakan dan ditinggalkan tidak  mendapatkan dosa maupun pahala. Jadi jelas boleh dikerjakan ataupun tidak.contoh : makan,minum,tidur dan sebagainya

4.      Sunah              :Suatu perkara yang apabila dikerjakan mendapat pahala bila ditinggal tidak berdosa.contoh ‘sholad sunau dhiua, sholat sunah witir dan sebagainya

5.      Makruh            :Suatu perkara yang apabila dikerjakan tidak berdosa bila di tinggalakan mendapat pahala.contoh;menawarkan seseorang untuk barisan depan pada sholat sedangkan yang menawarkan tetap di barisan belakang dan sebagainya.

Ada juga yang mempunyai pendapat bahwa hukum islam tidak hanya lima saja Adapun menurut syekh عبد الحميد حكيم  bahwa hukum islam ada sembilan yaitu: wajib, sunah, mubah, haram, makruh, shokhih, batal, rukhso, jazima’

1.      Wajib              : Sesuatu atau perkara yang dikerjakan mendapat pahala, dan ditinggalkan mendapat siksa seperti sholat lima waktu, puasa ramadhan.

2.      Sunah              : Sesuatu atau perkara yang dikerjakan mendapat pahala, dan ditinggalkan tidak mendapat siksa seperti sholat tahiyatul masjid

3.      Mubah             : Sesuatu atau perkara yang dikerjakan dan ditinggalkan tidak mendapat siksa seperti tidur di siang hari

4.      Haram             : Sesuatu yang dikerjakan mendapat siksa dan ditinggalkan mendapat pahala  seperti riba, melakukan kerusakan.

5.      Makruh            : Sesuatu atau perkara yang dikerjakan mendapat pahala, dan ditinggalkan tidak mendapat siksa seperti mendahulukan anggota kiri daripada anggota kanan saat wudlu

6.      Shokhih           : Sesuatu atau perkara yang ada syarat dan rukun

7.      Batal                : Sesuatu atau perkara yang tidak ada syarat dan rukun

a)      Syarat  : Sesuatu atau perkara yang tekamdung dalam syahnya pekerjaan dan tidak termasuk didalam bagian dari pekerjaan seperti wudlu dengan air mutlaq dan menutup aurat di dalam sholat

b)      Rukun : Sesuatu atau perkara yang tekamdung dalam syahnya pekerjaan dan termasuk didalam bagian dari pekerjaan seperti basuh wajah didalam wudlu dan takbiratul ikhram ketika sholat

8.      Rukhsoh          : Hukum asli yang bisa berubah dari kesukaran menjadi kemudahan disertai adanya sebab seperti berbuka bagi orang musafir

9.      Jazima’            : Hukum yang masih asli seperti sholat lima waktu[3]



[1] Prof. H. Zaini Dahlan, M,A, Prof. Dr. H. Ismail Muhammad Syah, SH, Dr. H/ Peunouh Daly, Dr. H. Moh. Quraish Shihab, Prof. Dr. Rachmat Djatnika. Filsafat Hukum Islam. Bumi aksara. Jakarta. halaman 17

[2] ibit. halaman 11

[3] …., الفقهيه مبدى اوليه فى اصول الفقه والقواعد  , عبد الحميد حكيم

Popular

Total Pageviews

Followers